Best Profit Futures Banjarmasin

BEST PROFIT – Harga nikel berpotensi menguat di kuartal II

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BEST PROFIT BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN – JAKARTA. Harga nikel melambung di akhir pekan setelah sinyal kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) melemah. Sementara penutupan tambang di Filipina masih menjaga tren kenaikan harga dalam jangka panjang.

Jumat (24/2) lalu, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange menguat 2,6% ke US$ 10.860 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Tetapi dalam sepekan terakhir, harga nikel tergerus 1,7%.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim memaparkan, harga nikel melambung setelah The Fed membuka notulen rapat petingginya. “Dari notulen rapat terlihat The Fed masih belum akan menaikkan suku bunga sampai kebijakan ekonomi Donald Trump jelas, sehingga dollar AS melemah,” jelas dia.

Pelemahan dollar AS memberi tenaga pada nikel. Apalagi klaim pengangguran mingguan di negeri Paman Sam juga bertambah 244.000, lebih besar dari sebelumnya 238.000 serta proyeksi 242.000. – BEST PROFIT BANJARMASIN

Selain itu, penutupan tambang di Filipina masih menopang harga nikel. Awal tahun ini, Filipina memerintahkan 23 dari 41 tambang menghentikan produksi secara permanen, karena dianggap melanggar peraturan lingkungan.

Tambang yang ditutup merupakan produsen yang selama ini menyumbang 50% produksi dalam negeri. pertengahan Februari lalu, Filipina kembali menghentikan 75 tambang.

Upaya pengurangan produksi nikel juga terjadi di China, terkait kebijakan reformasi tambang. Di sisi lain, peluang kenaikan permintaan cukup tinggi terutama dari China dan AS. Ibrahim memprediksi harga nikel akan mencapai US$ 13.000 per metrik ton di kuartal I-2017.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga nikel bakal dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi China dan AS yang dirilis pekan ini. Senin (27/2), Ibrahim memprediksi harga nikel naik dan bergerak di kisaran US$ 10.830-US$ 10.930 per metrik ton. – kontan

 

BEST PROFIT BANJARMASIN