Best Profit Futures Banjarmasin

BEST PROFIT – Harga Emas Naik Setelah Sentuh Level Terendah

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BEST PROFIT BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN – Jakarta Harga emas naik pada Kamis, setelah logam mulia tersebut menyentuh harga terendah dalam 5 minggu di pekan ini.

“Dengan harga emas turun 8 kali dalam 11 sesi, Emas terpental (naik),” kata Mark O’Byrne, direktur riset di GoldCore di Dublin dilansir dari Marketwatch, Jumat.

“Sedikit uptick dalam risk aversion seperti yang terlihat di pasar ekuitas yang lemah (pada hari Rabu dan Kamis dini hari) kemungkinan mendukung emas.” imbuhnya.

Emas untuk kontrak Agustus nnaik US$ 3,6 per ounce atau 0,3 persen untuk menetap di level US$ 1.249 per ounce.
Harga ini didapat setelah turun 0,2 persen sebelumnya. Ini adalah level tertinggi sejak Jumat lalu dan didapat hanya 3 hari setelah kontrak selesai pada Selasa di level paling rendah sejak 16 Mei.

Emas berada di bawah tekanan awal pekan ini, dan nada tekanan tersebut berlanjut dan membuat pasar murung. Hal ini menyusul komentar dari pejabat The Federal Reserve bahwa diperkirakan akan ada kenaikan suku bunga lagi di tahun ini.

Suku bunga yang lebih tinggi memperlambat permintaan investor untuk emas.

Chicago – Harga emas menguat dari level terendah lima pekan seiring dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir. – – BEST PROFIT BANJARMASIN

Pada awal pekan ini, harga emas sempat tertekan seiring pernyataan pejabat the Federal Reserve atau bank sentral AS mengenai kenaikan suku bunga pada 2017. Namun, pimpinan the Fed untuk Philadelphia Patrick Harker menyatakan pihaknya memilih untuk menunda suku bunga naik ke depannya. Bank sentral AS juga mulai menyeimbangkan portofolio neraca.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 2,3 atau 0,2 persen ke level US$ 1.245,80 per ounce. Harga emas kontrak berada di level US$ 1.243,50, terendah sejak 16 Mei.

Harga emas yang menguat juga seiring indeks dolar AS yang melemah 0,1 persen. Penguatan dolar AS membuat aset investasi seperti emas malah tertekan.

“Jika pasar saham menguat seiring sentimen kenaikan suku bunga the Fed maka harga emas yang pertama kena dampaknya. Namun pasar saham melemah dan tingkat imbal hasil obligasi mendorong kenaikan harga emas,” ujar Adrian Ash, Kepala Riset BullionVault seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (22/6/2017).

Ketidakpastian ekonomi dan kebijakan suku bunga the Federal Reserve telah mempengaruhi harga emas. Pada pekan lalu, pimpinan the Federal Reserve berencana untuk menyeimbangkan neraca keuangan US$ 4,5 triliun dan juga menaikkan suku bunga.

Secara teknikal, harga emas sempat sentuh level US$ 1.240. Analis Commerzbank Carsten Fritsch menuturkan, kalau harga emas mendekati level terendah penting dalam rata-rata 200 harian.

sumber : liputan6

BEST PROFIT BANJARMASIN