Best Profit Futures Banjarmasin

Belajar dasar pemrograman melalui Google Bloks

1452x874_83_101_1452_874_bc63ee59ef53b4b5aa5deae6830dba02009bde58

PT.BEST PROFIT FUTURES – Tidak selamanya belajar pemrograman identik dengan duduk di depan komputer memikirkan logika, menghafal perintah komputer, mengetik kode-kode, dan memeriksa banyak barisan kode untuk mencari kesalahan yang ada. Google berusaha untuk mengubah anggapan tersebut dan membuatnya lebih sederhana tanpa mengubah esensi dari pemrograman itu sendiri.

Project Bloks merupakan terobosan terbaru Google berupa platform perangkat keras terbuka, atau sederhananya sebuah sistem blok mainan yang dapat saling dihubungkan. Sistem modular ini ditujukan bagi pengembang, peneliti, dan desainer awan untuk membuat pengalaman berbasiskan kode dalam bentuk fisik.

Tujuannya adalah untuk permudah mengajarkan anak-anak mengenai logika dalam proses pemrograman. Sang anak diharapkan akan dapat mengerti dasar pemprograman sembari bermain sebelum kemudian berlanjut dengan bahasa pemprograman yang sebenarnya.

Dilansir dari Tech Times, Project Bloks terdiri dari tiga elemen bernama Pucks, Base Boards, dan Brain Board berbasiskan Raspberry Pi Zero. Blok-blok tersebut lalu dapat digunakan untuk mengendalikan mainan lain.

Pucks terdiri dari berbagai pilihan bentuk dan interaksi. Pucks dapat diprogram untuk melakukan berbagai aksi seperti memainkan musik ketika tombol ditekan, atau menyalakan sesuatu saat tuas digeser. –BEST PROFIT

Base Board sendiri merupakan tempat ditaruhnya Pucks. Papan ini akan membaca instruksi dari Pucks melalui sensor kapasitif.

Terakhir Brain Board, adalah komponen yang menyediakan konektivitas dan memasok tenaga listrik ke sistem. Setelah beberapa Base Board terpasang ke Brain Board, maka papan ini dapat membacakan kode instruksi yang ada ke Pucks, dan mengirimkannya ke gawai yang terhubung melalui koneksi Bluetooth atau Wi-Fi.

Google tidak berencana untuk menjadi sebuah perusahaan pembuat mainan. Melalui sifat yang terbuka, Google ingin menjadikan Bloks sebagai sebuah platform dan membiarkan perusahaan lain untuk mengembangkan mainan didasarkan pada platform tersebut, layaknya yang Google lakukan dengan Android.

Hal ini akan menembus batasan teknis, sehingga para pengembang, peneliti, dan desainer dapat lebih berfokus ke inovasi, percobaan-percobaan yang bisa dilakukan, dan pembuatan metode-metode baru untuk mengajarkan pemrograman ke anak-anak.

“Kami percaya bahwa ketika anak-anak belajar pemrograman mereka tidak hanya mempelajari bagaimana cara membuatnya di komputer. Mereka akan mempelajari sebuah bahasa baru untuk mengekspresikan kreativitas, dan pengembangan pemikiran komputasi; keahlian yang bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah,” tulis Steve Vranakis dan Jayme Goldstein, anggota Google Creative Lab dalam unggahan blog.

Sayangnya untuk saat ini, Bloks belum akan diluncurkan ke masyarakat luas. Google mengatakan program ini masih dalam tahap pengembangan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara divisi Research di Google, Google Creative Lab, perusahaan desain Ideo, dan para peneliti dari Standford dan Chiang Mai University. Dimulai pada tahun 2013, Google baru mengumumkan keberadaannya sekarang agar mereka dapat melihat ketertarikan para pengembang dan menemukan rekanan yang ingin membuat mainan berbasis Bloks. –BEST PROFIT

sumber : beritagar.id