Alasan Anjing Setia, Sementara Kucing Tak Peduli Manusia

INFO DAN KEGIATAN news Post Tekno

PT. BESTPROFIT FUTURES

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Anjing dan kucing adalah dua hewan yang kerap dijadikan peliharaan oleh manusia. Anjing kerap menunjukkan kesetiaan kepada manusia, sebaliknya kucing seringkali bersikap tidak peduli. Hal yang terjadi pada kedua hewan berbulu ini disebut berkaitan dengan rasa aman. BESTPROFIT

Anjing telah menjadi sahabat manusia sejak lama. Bahkan teori pertama tentang anjing menyebutkan bahwa hewan ini berevolusi dari serigala menjadi anjing setelah mereka mulai hidup berdampingan dengan manusia.

Namun penemuan terbaru menyatakan hal berbeda. Peneliti menyebutkan anjing berpisah dengan leluhur serigala mereka sekitar 135 ribu tahun yang lalu, sebelum mereka mulai hidup dengan manusia.

Hal ini berdasarkan temuan arkeologis, seperti tulang anjing yang dikubur dekat pemukiman manusia yang merujuk ke periode paling tua pada 13 ribu tahun yang lalu. PT. BESTPROFIT

Keterikatan anjing dan manusia bahkan kerap mencapai tingkatan emosional. Anjing disebut kerap mengetahui perasaan teman manusianya, apakah mereka sedih, bahagia, atau marah.

Dilansir dari Found Animals, hal ini berkaitan dengan sifat dasar anjing sebagai hewan kelompok yang membuat mereka menjadi makhluk sosial.

Perilaku tersebut juga merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup. Suatu kelompok dapat berhasil bertahan hidup karena masing-masing anggotanya bergantung satu sama lain.

Mental anjing sebagai hewan berkelompok ini yang diyakini para ahli menjadi cikal bakal kesetiaan mereka pada manusia.

Peneliti menyebut anjing melihat manusia sebagai bagian dari kelompok mereka. Sehingga mereka memberikan kesetiaan sebagai insting untuk bertahan hidup.

Sejumlah pelatih anjing mengatakan dalam latihan kepatuhan untuk anjing, manusia perlu memposisikan dirinya sebagai “anjing alpha” atau pemimpin agar anjing tersebut mau menurut. PT. BEST PROFIT

Kucing si hewan independen

Berbeda dengan anjing, kucing menunjukkan lebih sedikit kepedulian kepada manusia, bahkan cenderung tidak peduli.

Peneliti lantas melakukan penelitian tentang perilaku hewan di Universitas Lincoln untuk mencari penyebab dari ketidakpedulian ini.

Penelitan yang telah diterbitkan di jurnal PLOS ONE ini menunjukkan kucing tidak melihat manusia sebagai sumber utama untuk mencari keamanan, seperti pada anjing.

Penelitian yang dilakukan pada 20 pemelihara kucing mencoba mengukur “keterikatan rasa aman” antara kucing dan manusia.

Para peneliti mengadaptasi Tes Ainsworth Strange Situation atau SST yang telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai cara untuk mengukur “keterikatan rasa aman”, seperti ikatan antara anak-anak dan orang tua mereka ketika berada di lingkungan yang tidak dikenal.

Pada penelitian ini kucing ditempatkan di lingkungan yang aneh berupa ruangan-ruangan biasa bersama dengan pemiliknya dan sejumlah orang asing.

Peneliti mengamati perilaku pasif kucing dan sejumlah kesulitan yang mungkin terjadi ketika pemiliknya tidak ada di sekitar. Kucing-kucing tersebut disebut lebih vokal ketika pemiliknya pergi daripada ketika orang asing yang pergi.

Penulis penelitian yang juga Dokter Perilaku Hewan, Profesor Daniel Mills mengatakan pihaknya tidak melihat bukti tambahan yang menunjukkan bahwa ikatan antara kucing dan pemiliknya adalah ikatan yang aman.

“Vokalisasi ini mungkin hanya merupakan tanda frustrasi atau respons yang dipelajari, karena tidak ada tanda keterikatan lain yang terlihat,” kata Mills.

“Dalam situasi aneh, individu yang terikat berusaha untuk tetap dekat dengan pengasuh mereka, menunjukkan tanda-tanda kesulitan ketika mereka berpisah dan menunjukkan kesenangan ketika sosok keterikatan mereka kembali, tetapi tren ini tidak terlihat selama penelitian kami,” imbuhnya. BEST PROFIT

Mills menyebut kucing lebih independen dan otonom di situasi yang aneh dibandingkan dengan anjing, di mana pemilik atau rekan manusia menawarkan rasa aman.

Meski demikian penulis penelitian tidak menyimpulkan bahwa kucing tidak mengembangkan hubungan kedekatan, hanya saja mereka tampaknya tidak bergantung pada kebutuhan akan keselamatan dan keamanan dalam membangun hubungan kedekatan.

Kucing milik pemilik yang mengatakan bahwa hewan peliharaannya sangat terikat pada mereka tidak benar-benar menunjukkan hasil yang berbeda dari kucing lainnya.

Dilansir dari Independent, penulis menyebut beberapa kemungkinan yang bisa jadi alasan untuk kemandirian kucing. Mereka belum dijinakkan dengan masa yang lama seperti anjing dan tidak dibesarkan dengan tujuan hidup dekat dengan manusia.

Struktur sosial alami kucing tidak dicirikan oleh ikatan erat yang sama seperti yang dimiliki anjing. Kucing dan pemilik umumnya tidak berinteraksi sebanyak atau selama anjing berinteraksi dengan pemiliknya.

“Faktor-faktor ini cenderung mempengaruhi sifat hubungan yang biasanya terbentuk antara kucing dan pemilik, dan membuat pembentukan keterikatan kucing-manusia tidak mungkin,” tulis para penulis dalam penelitiannya.

“Meski demikian, beberapa mungkin mampu membentuk keterikatan yang sangat kuat, tetapi ini tampaknya tidak menjadi norma,” tambahnya.

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan