Best Profit Futures Banjarmasin

Ahli Temukan Uranus Pancarkan Sinar-X Misterius

PT. BESTPROFIT FUTURES

realme-8-pro-4_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Para astronom mengklaim telah mendeteksi sinar-X misterius yang keluar dari Uranus. Mereka menilai studi lebih dekat tentang Uranus diperlukan untuk mengetahui secara pasti. Sejauh ini ada dua kemungkinan asal sinar-X dari Uranus. Pertama berhubungan dengan hamburan sinar-X dari Matahari atau kedua, cincin yang mengelilingi Uranus menghasilkan radiasi sendiri melalui proses yang tidak diketahui. Melansir Live Science, Uranus adalah planet dingin, berangin, dan hampir seluruhnya terbuat dari es dan gas. Meski ukurannya sangat besar, dengan diameter sekitar empat kali lipat Bumi, Uranus sulit dipelajari secara mendalam. BESTPROFIT


Jika langit cerah, para pengamat langit seharusnya tidak kesulitan melihat Mars sebagai ‘bintang’ yang cemerlang di sekitar bulan. Sedangkan Uranus dilaporkan akan tampak cukup redup, lebih dari 150 kali lebih redup dari Mars. Sehingga, melihat Uranus hanya bisa dilakukan ketika langit sangat cerah atau dengan alat bantu.

“Melihatnya dengan mata membutuhkan langit yang sangat gelap dan mungkin tidak ada bulan di dekatnya),” kutip Earth Sky. Space memberitakan, Uranus adalah planet ketujuh di tata surya yang mengorbit 2,9 miliar kilometer dari matahari. Uranus akan memiliki magnitudo 5,8 di langit pada saat diamati. Sementara Mars, planet keempat dari matahari yang mengorbit pada jarak rata-rata 231,1 juta km akan terlihat pada magnitudo 0,2. Hanya satu pesawat ruang angkasa bernama Voyager 2 buatan NASA yang pernah melakukan perjalanan berbahaya mendekati planet itu. Namun pada akhirnya para ilmuwan tetap mengandalkan pengamatan teleskop untuk mempelajari Uranus. PT. BESTPROFIT

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal JGR Space Physics, para astronom memeriksa arsip pengamatan Uranus yang diambil oleh Chandra X-Ray Observatory NASA, sebuah teleskop yang mengorbit untuk menjelajahi alam semesta mencari sumber radiasi sinar-X. Menurut NASA, sinar-X dipancarkan saat materi dipanaskan hingga jutaan derajat, seperti saat bintang meledak atau saat materi berputar di sekitar tepi lubang hitam dengan kecepatan mendekati cahaya. Hingga saat ini emisi sinar-X telah terdeteksi dari setiap planet di tata surya, kecuali Uranus dan Neptunus. Dalam kebanyakan kasus, emisi ini terjadi ketika sinar-X yang dibuat oleh matahari menabrak atom di atmosfer planet, menyebarkan cahaya kembali ke luar angkasa. PT. BEST PROFIT

Melansir NASA, para peneliti melihat data Chandra yang diambil dari Uranus pada 2002 dan 2017, serta melihat bukti yang jelas tentang emisi sinar-X di kedua tahun tersebut. Beberapa dari emisi ini memiliki kecerahan yang konsisten dengan sinar-X matahari yang tersebar kembali ke luar. Namun, dalam pengamatan 2017 tim mendeteksi kemungkinan ‘suar’ sinar-X, di mana kecerahan emisi di sekitar Uranus meningkat empat kali lipat dari satu hari ke hari berikutnya. Menurut peneliti, “ini mungkin merupakan indikasi proses emisi sinar-X tambahan di Uranus,” selain hanya hamburan matahari.

Lantas, fenomena misterius apa yang bisa menghasilkan sinar-X dari Uranus? Salah satu kemungkinannya terletak pada cincin planet. Menurut para peneliti, lingkungan di sekitar Uranus kaya partikel bermuatan seperti proton dan elektron. Angka ini didapat dari hitungan mereka terhadap resonansi orbital Jupiter dan Saturnus untuk memisahkan Uranus. Penelitian oleh Jon Zink dari Universitas California, Los Angeles, Konstantin Batygin dari Caltech dan Fred Adams dari University of Michigan menunjukkan beberapa pengaruh penting yang dapat mempercepat keruntuhan Tata Surya. Pengaruh pertama adalah Matahari. Dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, sebelum mati Matahari akan membengkak menjadi raksasa merah, menelan Merkurius, Venus, dan Bumi.

Kemudian ia akan meletuskan hampir setengah massa, terlempar ke ruang angkasa oleh angin bintang. Matahari akan menjadi bintang katai putih (white dwarf star) dengan massa hanya sekitar 54 persen dari massa Matahari saat ini. Partikel-partikel ini dapat bertabrakan dengan cincin planet, menghasilkan sinar-X dalam prosesnya. Fenomena serupa telah diamati di cincin Saturnus. Ada kemungkinan juga bahwa sinar-X adalah hasil dari semacam proses aurora, di mana partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan garis medan magnet Uranus dan menyebabkan cahaya yang berbeda. Namun, pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan hipotesis ini. Untuk saat ini, pancaran sinar-X Uranus masih menjadi misteri. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia