Best Profit Futures Banjarmasin

Ahli Sebut Tanggul Tak Sanggup Adang Tsunami Selatan Jawa

PT. BESTPROFIT FUTURES

86db136f-f786-4ddc-8e27-04c67d0387ef_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Ahli menyebut membangun tanggul di kawasan rawan tsunami, seperti di kawasan megathrust selatan Jawa yang gelombangnya berpotensi merambat hingga pantai utara dan menyapu Istana, tidak realistis. Pakar Geologi sekaligus dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (UNPAD) Dicky Muslim menyebut hal ini berdasarkan kasus mitigasi gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang pada 2011. BESTPROFIT


“Membangun tanggul-tanggul di lokasi rawan tsunami tidak realistis. Karena pengalaman di Jepang, banyak tanggul yang sudah dibuat tapi tetap menjadi korban masyarakat,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (18/8). Ia mengatakan membangun infrastruktur seperti benteng dianggap tidak efisien, karena tidak bisa ditebak apakah gelombang air itu akan tertahan atau tidak oleh benteng. Pada bencana tsunami di Jepang, beberapa wilayah dibangun benteng setinggi 8 hingga 10 meter untuk menahan gelombang. Namun nahas tinggi gelombang melebihi benteng yang dibangun itu. PT. BESTPROFIT

Sebelumnya,BMKG sempat menyampaikan potensi tsunami di selatan Jawa dengan ketinggian hingga 20 meter akibat gempa Megathrust dengan magnitudo 8.7 Mw hingga 9.0 Mw. Belakangan, Kepala Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas mengingatkan agar tak cuma warga pesisir selatan Jawa saja yang waspada. Sebab, tsunami ini bisa berpengaruh juga pada warga pesisir utara Jakarta. Berdasarkan pemodelan yang ia lakukan, kemungkinan tsunami 20 meter di selatan Jawa pun akan menimbulkan tsunami 1-1,5 meter di pantai utara Jakarta.

Akibat penurunan tanah di Jakarta,Heri berpendapat gelombang tsunamiakan berdampak lebih besar hingga mencapai kawasan Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada.

“Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana (Presiden),” ujarnya. Menurutnya pembuatan tanggul itu juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat sekitar menjadi kurang waspada ketika terjadi tsunami.

“Bahkan tanggul itu bisa menjadi mengurangi kewaspadaan lah secara psikologis. Karena dianggap sudah ada tanggul ini. Padahal seharusnya ada peringatan gempa dan tsunami seharusnya cepat-cepat kabur,” tuturnya. Sehingga, ia menyarankan mitigasi paling realistis adalah membuat warga sadar dan waspada. Hal ini dibangun lewat penyuluhan apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa berpotensi tsunami, membuat titik kumpul, penandaan wilayah-wilayah aman. PT. BEST PROFIT

Mengapa selatan Jawa rawan tsunami?
Dicky membeberkan penyebab prediksi gempa dan tsunami di selatan pulau jawa. Menurutnya ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa di titik itu ada kesenjangan seismik atau seismik gap.

“Di dalam kajian itu disebutkan bahwa kesenjangan seismik ini berpotensi menjadi wilayah penyebab gempa,” ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Rabu (18/8). Ia menjelaskan bahwa lokasi selatan jawa merupakan titik seismik atau wilayah tidak sering gempa. Sehingga energi gempa dikhawatirkan terkumpul dan menghasilkan energi yang sangat besar. Dicky menjelaskan jika di daerah non seismik gap kerap terjadi pelepasan energi yang menghasilkan gempa. Sebaliknya di wilayah yang berada di seismik gap, disebut terjadi pelepasan energi dengan interval yang lama, dan bisa datang dengan magnitudo yang besar.

“Daerah yang non seismik gap wilayah yang sering terjadi gempa itu ada pelepasan energi di bawah. Tapi kalo misalnya yang seismik gap ini lama gak terjadi [gempa] tiba-tiba [bisa] langsung besar. Itu yang dikhawatirkan, dasarnya tuh dari situ,” ujarnya. Dicky menjelaskan berdasarkan catatan di selatan pulau Jawa, pelepasan energi terakhir terjadi pada 2006 yakni menghasilkan gempa disertai tsunami di Pangandaran, Jawa Barat.

Pada peristiwa itu menghasilkan tiga kali gempa yakni 6,8 skala richter (SR), disusul gempa berkekuatan 5,5 SR dan 6,1 SR. Menjelang tengah malam pukul 23.00 terjadi gelombang tsunami setinggi 2-4 meter dengan radius 100 meter ke dalam bibir pantai, yang menyapu pemukiman warga di kawasan pantai Jabar, Jateng, dan DI Yogyakarta. BEST PROFIT

Gempa masih belum bisa diprediksi kapan terjadi
Kendati demikian Dicky enggan berkomentar soal prediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami di selatan pulau Jawa. Ia mengatakan bahkan negara seperti Jepang dan Amerika Serikat pun tidak bisa memprediksi kapan terjadinya bencana itu.

“Sampai saat ini kata prediksi di dalam gempa masih belum bisa. Yang baru bisa dilakukan itu potensi. Untuk membaca prediksi, negara sekelas Jepang dan Amerika belum bisa,” pungkasnya. Lebih lanjut dia juga meluruskan arti potensi dan prediksi gempa. Dijelaskan Dicky bahwa prediksi merupakan istilah yang memiliki unsur waktu. Sementara potensi itu tidak diketahui waktunya kapan.

Sumber : cnnindonesia